Catatan berbeda diberikan kepada orang dewasa yang menjalani gaya hidup sedenter atau menghabiskan banyak waktu tanpa aktivitas fisik karena konsumsi protein berlebih pada kelompok tersebut berpotensi membawa konsekuensi kesehatan yang tidak diinginkan.
Salah satu kunci untuk memahami fenomena tersebut berada pada mekanisme tubuh ketika mendeteksi keberadaan nutrisi yang masuk melalui makanan.
Baca Juga:
Tips Menurunkan Berat Badan dengan Nutrisi Lengkap dan Porsi Tepat
Ketika seseorang mengonsumsi protein, tubuh mengaktifkan sistem pendeteksi nutrisi di dalam sel yang dikenal sebagai mTORC1.
Dalam kondisi normal, mTORC1 mendorong sel untuk tumbuh sekaligus membangun material baru yang dibutuhkan tubuh.
Mekanisme pertumbuhan tersebut sangat bermanfaat selama masa pertumbuhan, kehamilan, maupun ketika tubuh sedang melakukan pemulihan setelah mengalami cedera.
Baca Juga:
Rahasia Sehat dari Ikan Lele: Kandungan Gizi Lengkap untuk Tubuh
Namun, sinyal pertumbuhan yang terus aktif pada orang dewasa yang kurang bergerak berpotensi memicu sejumlah persoalan pada tubuh.
Aktivasi berkepanjangan tersebut dikaitkan dengan potensi terjadinya disfungsi seluler, peradangan, resistensi insulin, serta kondisi yang dapat berkontribusi terhadap obesitas.
Sebaliknya, pembatasan asupan protein dalam kondisi tertentu dapat memberikan kesempatan kepada sel untuk beralih dari mekanisme pertumbuhan menuju proses pemeliharaan.