Aktivitas fisik yang tinggi juga diperkirakan dapat bertindak sebagai penyeimbang terhadap sinyal pertumbuhan sehingga protein yang dikonsumsi dapat dimanfaatkan untuk mendukung adaptasi tubuh.
Dengan demikian, jumlah protein yang dianggap berlebihan bagi orang dengan gaya hidup sedenter belum tentu memiliki efek yang sama pada seseorang dengan aktivitas fisik tinggi.
Baca Juga:
Tips Menurunkan Berat Badan dengan Nutrisi Lengkap dan Porsi Tepat
Masa Pemulihan
Kebutuhan protein juga meningkat pada sejumlah kondisi ketika tubuh membutuhkan material untuk mendukung pembangunan dan perbaikan jaringan.
Ibu hamil serta orang yang sedang menjalani masa pemulihan setelah operasi atau sakit berat membutuhkan asupan protein yang mencukupi untuk mendukung berbagai proses biologis penting.
Baca Juga:
Rahasia Sehat dari Ikan Lele: Kandungan Gizi Lengkap untuk Tubuh
Mengurangi protein secara sembarangan pada kondisi tersebut dapat mengganggu kemampuan tubuh memenuhi kebutuhan nutrisi yang sedang meningkat.
Tinjauan ilmiah ini pada akhirnya memberikan perspektif bahwa kebutuhan nutrisi manusia tidak bersifat statis dan dapat berubah mengikuti usia, kondisi kesehatan, serta tingkat aktivitas fisik.
Protein tetap menjadi nutrisi vital bagi tubuh, tetapi manfaatnya tidak berarti akan selalu bertambah apabila dikonsumsi dalam jumlah semakin tinggi.