WAHANANEWS.CO, Jakarta - Banyak orang mengira kanker selalu datang dengan rasa sakit luar biasa, munculnya benjolan besar, atau kondisi tubuh yang tiba-tiba drop. Kenyataannya, penyakit ini sering kali menyusup tanpa suara alias diam-diam mematikan.
Gejala awalnya justru kerap terlihat sepele. Batuk yang tak kunjung reda, rasa lelah yang dituding akibat stres kerja, perut kembung biasa, hingga sariawan membandel sering kali lewat begitu saja dari perhatian kita.
Baca Juga:
Dilarang Beredar oleh BPOM, 11 Produk Kosmetik Ini Mengandung Merkuri Pemicu Kanker
Meski begitu, tak berarti setiap batuk atau sariawan berarti kanker. Namun, jika gejala yang dialami menetap lebih lama dari yang seharusnya, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.
Menurut National Cancer Institute (NCI), banyak jenis kanker tak memicu rasa sakit pada stadium awal sehingga gejalanya sering disangka sebagai kondisi ringan. Inilah mengapa keluhan kesehatan yang persisten (menetap) wajib mendapat perhatian medis, bukan sekadar diobati sendiri pakai obat bebas berulang kali.
1. Dikira 'Asam Lambung', Ternyata Masalah Serius
Baca Juga:
Tren Kanker Ginjal Makin Banyak Ditemukan di Usia 20-30, Dokter Ingatkan Pemicunya
Kesulitan menelan kerap kali dikaitkan dengan makan pedas, naiknya asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau kebiasaan makan yang buruk. Banyak orang sekadar mengubah menu makan atau minum obat pereda nyeri lambung, lalu melupakannya.
Namun, jika penyakit yang dialami berlanjut selama berminggu-minggu atau berangsur-angsur memburuk, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
"Banyak gejala kanker tumpang tindih dengan keluhan kesehatan sehari-hari yang umum, itulah sebabnya kesadaran sangatlah penting. Seseorang mungkin mengabaikan kesulitan menelan sebagai asam lambung, pendarahan abnormal sebagai masalah hormonal ringan, atau sariawan yang tak kunjung sembuh sebagai akibat dari makanan pedas atau stres," kata Direktur Onkologi Medis & Hemato-Onkologi di CARE Hospitals, dr Saadvik Raghuram Y.