"Kenyataannya, ketika tanda-tanda ini menetap atau berulang kali kembali, mereka harus dievaluasi secara medis alih-alih diobati sendiri selama berbulan-bulan." lanjutnya.
Kesulitan menelan yang terus-menerus terkadang bisa terkait dengan kondisi yang memengaruhi kerongkongan, tenggorokan, atau jaringan di sekitarnya. Meskipun sebagian besar kasus bukanlah kanker, gejala yang berulang tidak boleh diabaikan.
Baca Juga:
Dilarang Beredar oleh BPOM, 11 Produk Kosmetik Ini Mengandung Merkuri Pemicu Kanker
2. Rasa Lelah yang Tak Kunjung Hilang Meski Sudah Tidur
Kelelahan terkait kanker sering kali berbeda dari rasa lelah biasa. Hal ini akan terus berlanjut meskipun sudah cukup istirahat dan perlahan-lahan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Salah satu tantangan terbesar dalam perawatan kanker adalah gejala awalnya jarang datang secara dramatis. Orang sering menganggapnya sebagai stres, penuaan, asam lambung, perubahan hormon, atau rutinitas yang padat," ucap dr Vijay Karan Reddy, Kepala Departemen & Konsultan Senior Ahli Onkologi Radiasi di Arete Hospitals.
Baca Juga:
Tren Kanker Ginjal Makin Banyak Ditemukan di Usia 20-30, Dokter Ingatkan Pemicunya
"Kelelahan terus-menerus, penurunan berat badan yang tidak terjelaskan, perut kembung berulang, batuk yang tak kunjung sembuh, atau bahkan perubahan kecil pada kebiasaan buang air besar mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi jika gejala ini berlanjut selama berminggu-minggu, ini patut mendapat perhatian," imbuhnya lagi.
American Cancer Society mencatat kelelahan ekstrem yang tidak membaik dengan istirahat terkadang bisa dikaitkan dengan kanker dan harus dievaluasi secara medis jika terus berlanjut.
3. Sariawan, Perdarahan, dan Gejala 'Kecil' Lainnya yang Menetap