Hampir setiap orang pernah mengalami sariawan, dan kebanyakan sembuh dalam beberapa hari. Namun, sariawan yang bertahan selama berminggu-minggu, berulang kali muncul, atau menjadi semakin menyakitkan patut diperiksakan ke dokter.
Prinsip yang sama berlaku untuk pendarahan yang tidak biasa. Banyak wanita mungkin mengaitkan perdarahan abnormal dengan fluktuasi hormon. Darah dalam tinja mungkin disalahkan pada ambeien. Darah dalam urine mungkin diabaikan sebagai infeksi sementara.
Baca Juga:
Dilarang Beredar oleh BPOM, 11 Produk Kosmetik Ini Mengandung Merkuri Pemicu Kanker
Padahal, gejala-gejala ini termasuk sinyal peringatan paling penting dari tubuh. Pusat Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC) mencatat perdarahan vagina yang abnormal bisa menjadi gejala dari beberapa kanker ginekologi, sementara perubahan kebiasaan buang air besar atau darah dalam tinja memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
"Hal yang paling dikhawatirkan para ahli onkologi adalah kecenderungan masyarakat untuk menormalkan rasa sakit atau ketidaknyamanan sampai hal itu benar-benar mengganggu aktivitas. Kanker tidak selalu dimulai dengan rasa sakit yang parah; terkadang petunjuk awalnya sangat halus dan mudah diabaikan." dr Saadvik.
4. Penurunan Berat Badan
Baca Juga:
Tren Kanker Ginjal Makin Banyak Ditemukan di Usia 20-30, Dokter Ingatkan Pemicunya
Penurunan berat badan drastis tanpa adanya perubahan kebiasaan makan atau olahraga tentu menimbulkan tanda tanya.
Tubuh biasanya menurunkan berat badan karena suatu alasan. Kadang alasan itu tidak berbahaya atau terkait dengan kondisi tiroid, infeksi, maupun gangguan pencernaan. Namun dalam kasus tertentu, ini bisa menjadi tanda awal kanker.
Jika penurunan berat badan ini disertai dengan kelelahan, perubahan nafsu makan, atau gejala pencernaan yang tak kunjung hilang, pemeriksaan medis menjadi sangat penting.