“Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas rusak akibat gempa dapat kembali beroperasi maksimal dalam waktu dua minggu. Pelayanan dasar ibu hamil, persalinan, dan imunisasi menjadi prioritas utama selama proses pemulihan layanan kesehatan,” kata Menkes Budi menegaskan.
Selain pemulihan bangunan dan sarana medis, pemerintah juga terus memantau kebutuhan tenaga kesehatan, obat-obatan, alat kesehatan, serta kesiapan layanan darurat di daerah terdampak.
Baca Juga:
Menkes Temukan Bakteri E. coli pada Sejumlah Sampel MBG, BGN Perketat Standar Sanitasi Dapur
Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan kesehatan tidak terhenti meskipun sebagian fasilitas masih menghadapi dampak kerusakan akibat gempa.
Kemenkes juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara terpadu.
Dengan dukungan fasilitas kesehatan darurat, tenaga medis, serta sistem rujukan yang diperkuat, pemerintah berharap kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak gempa dapat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat hingga memasuki tahap pemulihan.
Baca Juga:
CKG 2026 Temukan Sejuta Kasus Baru Hipertensi, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Cek Kesehatan Tahunan
Pemulihan layanan kesehatan tersebut menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana, terutama untuk mencegah munculnya persoalan kesehatan lanjutan serta memastikan kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, anak-anak, lansia, dan pasien dengan penyakit tertentu tetap mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.