Tikus yang diobati dengan ekstrak teh hijau saja atau berolahraga sendiri memiliki sekitar setengah lebih banyak lemak dalam hati mereka sebagai kelompok kontrol.
Diperlukan lebih banyak penelitian untuk melihat apakah ada sinergi yang diciptakan oleh ekstrak teh hijau dan olahraga yang bekerja bersama untuk mengurangi lemak yang tersimpan di hati.
Baca Juga:
Indonesia Peringkat 1 Pengidap Penyakit Hepatitis B di Asia Tenggara
8. Milk thistle (Silybum marianum)
Milk thistle dapat bermanfaat bagi orang dengan sirosis hati, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2001. Penelitian tersebut menganalisis lima uji klinis (dengan total 602 pasien sirosis).
Para peneliti menentukan bahwa pengobatan dengan milk thistle dapat menyebabkan penurunan yang signifikan pada penyakit liver terkait. Dalam sebuah ulasan penelitian yang diterbitkan pada 2005, para ilmuwan melihat beberapa uji klinis yang menguji penggunaan milk thistle dalam pengobatan hepatitis C dan hepatitis B.
Baca Juga:
WHO Laporkan 920 Kasus Hepatitis Akut di Dunia, Bagaimana di Indonesia?
9. Zinc
Zinc merupakan mineral yang sangat penting untuk banyak fungsi tubuh. Ketika seseorang mengalami hepatitis, kadar zinc di dalam tubuh akan menurun. Hal inilah yang membuat pasien kerap mengalami kekurangan zinc.
Sebagai solusinya, Anda bisa mencoba minum suplemen zinc sebagai obat alami hepatitis. Satu penelitian di Jepang bahkan pernah menemukan bahwa pasien hepatitis C yang minum suplemen zinc selama tujuh tahun memiliki risiko kanker hati yang lebih rendah daripada pasien yang tidak meminumnya.