“Mutan terbaru telah terlihat di beberapa negara bagian yang jauh di India, dan tampaknya menyebar lebih cepat daripada varian lain di sana,” ungkap Lipi Thukral, ilmuwan di Council of Scientific and Industrial Research-Institute of Genomics and Integrative Biology di New Delhi.
Mutan itu juga telah terdeteksi di sekitar 10 negara lain, termasuk Australia, Jerman, Inggris, dan Kanada.
Baca Juga:
Jaksa Agung: Pengoplosan Pertamax di Masa Pandemi Bisa Berujung Hukuman Mati
Dua kasus baru-baru ini diidentifikasi di Pantai Barat AS, dan Helix mengidentifikasi kasus AS ketiga pekan lalu.
Kekhawatiran para ahli adalah sejumlah besar mutasi yang memisahkan varian baru ini dari pendahulunya omicron.
“Beberapa dari mutasi tersebut berada di area yang berhubungan dengan lonjakan protein dan memungkinkan virus mengikat sel secara lebih efisien,” papar Binnicker.
Baca Juga:
Kejagung Didesak Tetapkan Mantan Bupati Samosir Tersangka Dugaan Korupsi Dana Covid
Kekhawatiran lain adalah perubahan genetik dapat membuat virus lebih mudah melewati antibodi protein pelindung yang dibuat tubuh sebagai respons terhadap vaksin atau infeksi dari varian sebelumnya.
Tetapi para ahli mengatakan vaksin dan booster masih merupakan pertahanan terbaik melawan COVID-19 yang parah.
Pada musim gugur, kemungkinan AS akan melihat formulasi terbaru dari vaksin yang sedang dikembangkan yang menargetkan strain omicron yang lebih baru.