Selain itu, ia juga menilai kebutuhan tenaga kesehatan pendukung, seperti perfusionist dan perawat jantung, harus menjadi perhatian karena keberadaan mereka sangat menentukan kelancaran pelayanan operasi dan perawatan pasien.
"Kita membutuhkan strategi jangka panjang dalam membangun kapasitas layanan jantung anak. Investasi pada sumber daya manusia kesehatan sama pentingnya dengan pembangunan sarana dan prasarana," tuturnya.
Baca Juga:
Surahman Hidayat Desak Polisi Tangkap Pelaku Begal Remaja di Bandung hingga Tuntas
Di penghujung keterangannya, Netty kembali menegaskan pentingnya pembenahan sistem rujukan nasional agar setiap bayi yang telah terdiagnosis penyakit jantung bawaan dapat segera memperoleh penanganan di rumah sakit yang memiliki layanan definitif tanpa harus menghadapi kendala jarak, antrean panjang, maupun keterbatasan fasilitas.
"Jangan sampai faktor jarak, keterbatasan fasilitas, atau panjangnya antrean operasi menjadi penyebab hilangnya kesempatan hidup seorang anak. Sistem rujukan harus responsif, cepat, dan merata di seluruh Indonesia," pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.