Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa seluruh rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan tetap beroperasi selama libur Lebaran, meskipun terdapat penyesuaian dalam operasional layanan.
Layanan yang bersifat darurat, seperti penanganan pasien stroke, tindakan CT scan, hingga operasi akibat pendarahan, tetap berjalan penuh demi menyelamatkan nyawa pasien.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Implementasi B50, Uji Jalan Tunjukkan Hasil Positif
“Selama liburan panjang ini sesuai arahan dari Bapak Presiden, kita akan tetap beroperasi untuk tindakan-tindakan emergency. Yang sifatnya emergency atau menyelamatkan nyawa itu beroperasi penuh,” tegas Budi.
Namun demikian, Kementerian Kesehatan akan melakukan penyesuaian terhadap layanan medis yang bersifat elektif atau terjadwal pada periode 20 hingga 23 Maret 2026.
Layanan elektif merupakan tindakan non-darurat yang telah direncanakan sebelumnya, seperti prosedur medis rutin atau terapi berkala.
Baca Juga:
Tahun Pertama Peralihan, Kualitas Pelayanan Haji 2026 Jadi Sorotan Pemerintah
“Jadi tugasnya para Dirut (Rumah Sakit Kemenkes) adalah mengatur ulang jumlah tenaga SDM-nya yang diperlukan untuk menjalankan tindakan-tindakan terjadwal, elektif atau non-emergency. Karena mungkin akan lebih banyak jumlah layanan di hari sebelum atau di hari sesudahnya,” pungkas Menkes.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.