WAHANANEWS.CO, Jakarta - Fenomena kesehatan mental kini menjadi isu yang semakin mendapat perhatian luas, terutama di kalangan perempuan yang kerap menghadapi beban tanggung jawab berlapis dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap depresi dibandingkan laki-laki, yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis, psikologis, dan sosial yang saling berkaitan.
Baca Juga:
Jeda 10 Detik, Cara Sederhana Menyelamatkan Waktu dari Jebakan Scroll Tanpa Henti
Psikolog Universitas Hang Tuah Surabaya, Desi Nur Utami, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut tidak terlepas dari pengaruh faktor genetika serta minimnya pemahaman masyarakat terkait kesehatan mental.
"Selain faktor biologis, kurangnya edukasi kesehatan membuat banyak individu tidak mampu mengenali perubahan kondisi psikis yang sedang terjadi," ujarnya seperti dilaporkan RRI, Kamis, 30 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa tekanan mental pada perempuan umumnya muncul akibat tuntutan menjalankan berbagai peran sekaligus.
Baca Juga:
Sering Dianggap Antisosial, 3 Kebiasaan Ini Justru Tanda Kecerdasan Tinggi
Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan dituntut untuk mampu menjadi anak yang berbakti, istri yang mendampingi pasangan, ibu yang mengasuh anak, hingga pekerja profesional di lingkungan kerja.
Beban peran ganda tersebut seringkali berlangsung secara bersamaan dan berkelanjutan.
Banyaknya tanggung jawab ini membuat perempuan cenderung mengesampingkan kebutuhan diri sendiri, termasuk kesehatan mental.