Selain faktor internal, media sosial juga disebut sebagai salah satu pemicu meningkatnya risiko depresi.
Hal ini terjadi karena media sosial sering menampilkan standar kehidupan yang tidak realistis, sehingga mendorong pengguna untuk membandingkan diri dengan orang lain yang terlihat lebih sempurna.
Baca Juga:
Jam Tidur Remaja Makin Berkurang, Peneliti Sebut Ini Masalah Tiga Dekade
Untuk itu, Desi mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi yang diperoleh dari media sosial.
Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan refleksi diri serta mensyukuri hal-hal positif yang telah dimiliki dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita bisa refleksikan diri sebelum istirahat mungkin hal-hal baik sudah jelas, rezeki-rezeki yang ternyata tidak kita sangka sudah kita dapatkan," ucapnya.
Baca Juga:
Dunia Makin Tertekan, 10 Negara Ini Punya Tingkat Kemarahan Tertinggi
Menjaga kesehatan mental, lanjutnya, membutuhkan kesadaran untuk memberi waktu istirahat yang cukup serta melakukan aktivitas yang dapat memberikan ketenangan, seperti mendengarkan musik, berolahraga, atau menjalankan hobi.
Perempuan diharapkan tetap mampu menempatkan diri sebagai prioritas di tengah berbagai tuntutan yang ada.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Banten turut mendorong perempuan untuk memanfaatkan layanan kesehatan mental yang telah tersedia di 39 puskesmas.