Penyakit ini sangat erat kaitanya dengan kebersihan individu atau personal hygiene. Musim panas yang berkepanjangan menyebabkan suplai air bersih juga akan berkurang dan dengan persediaan air yang tebatas maka personal higienis juga menurun.
Lebih lanjut disampaikan Tjandra, ini akan meningkatkan terjadinya penularan penyakit diare.
Baca Juga:
Simak Cara Hindari Hipertensi dan Kolesterol Usai Perayaan Idulfitri
Kemudian, demi melindungi diri dari risiko penyakit diare, dia menganjurkan masyarakat untuk membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan atau minum serta sehabis buang hajat dan membiasakan merebus air minum hingga mendidih setiap hari.
Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, hindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal, serta tidak lupa menghubungi segera petugas kesehatan terdekat bila ada gejala-gejala diare.
Penyakit lain yang juga perlu diwaspadai yaitu demam dengue yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti.
Baca Juga:
Tips Peregangan Sederhana di Dalam Bus Mudik yang Punya Ruang Terbatas, Silahkan Dicoba!
Menurut Tjandra, pada musim kemarau, persediaan air bisa sangat terbatas sehingga masyarakat akan cenderung menghemat air dan kebiasaan menguras bak-bak air juga akan menjadi jarang.
"Hal ini memberikan kesempatan kepada nyamuk aedes aegypti untuk berkembang biak yang pada akhirnya meningkatkan faktor risiko terjadinya penularan penyakit demam dengue," ujar dia yang pernah menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu.
Di sisi lain, pada pergantian musim dari musim panas ke musim hujan maka akan terjadi genangan-genangan air di beberapa kontainer yang sebelumnya tidak berisi air seperti ban-ban bekas, kaleng serta talang-talang rumah dengan kontruksi kurang bagus.