WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jerawat hormonal merupakan jenis jerawat yang muncul karena fluktuasi hormon dalam tubuh.
Masalah kulit ini kerap dialami oleh remaja maupun orang dewasa, terutama selama masa pubertas, menjelang menstruasi, atau saat menghadapi tekanan emosional.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Tinjau Langsung Tes Akademik Taruna dan Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026 di Kampus Unama Tehok
Mengutip informasi dari Halodoc, jerawat hormonal dipicu oleh peningkatan hormon androgen yang menyebabkan kelenjar minyak bekerja lebih aktif.
Produksi minyak yang berlebihan ini kemudian menyumbat pori-pori dan menimbulkan peradangan, umumnya di area dagu serta garis rahang.
Apabila jerawat terasa nyeri, ukurannya membesar, atau tak kunjung membaik meski sudah diberi perawatan rumahan, maka langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Binrohtal Personel Nasrani, Perkuat Integritas dan Pelayanan Humanis
Terlebih jika kondisi tersebut sudah mengganggu rasa percaya diri atau menimbulkan bekas luka.
Pemeriksaan oleh dokter kulit penting untuk memastikan diagnosis dan menentukan terapi yang paling cocok.
Penanganan bisa meliputi penggunaan obat oles, konsumsi obat oral, hingga terapi hormon bila dibutuhkan.