WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, mengingatkan pemerintah agar segera mengambil langkah strategis dan efektif dalam mengantisipasi kemunculan varian baru COVID-19 yang dikenal dengan nama Cicada.
Ia menilai kesiapsiagaan menjadi hal penting, meskipun masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap informasi yang beredar.
Baca Juga:
DPR Soroti Minimnya Dukungan Pemerintah, Studio Alam Gamplong Jadi Bukti Kemandirian UMKM Kreatif
“Kemunculan varian baru COVID-19 BA.3.2 atau yang dikenal sebagai ‘Cicada’ tidak boleh disikapi dengan kepanikan. Namun, kata ia, harus menjadi pengingat bahwa sistem kesehatan nasional harus tetap siaga dan adaptif meskipun kita telah memasuki fase pascapandemi,” kata Nurhadi, Rabu, 8 April 2026.
Varian COVID-19 Cicada saat ini masuk dalam kategori variant under monitoring di tingkat global.
Varian ini menjadi perhatian para ahli karena memiliki jumlah mutasi yang cukup tinggi pada bagian protein spike, yang berperan penting dalam proses penularan virus ke dalam tubuh manusia.
Baca Juga:
DPR Kecam UU Hukuman Mati Tahanan Palestina, Sukamta: Legitimasi Kekerasan Negara
Hingga kini, varian tersebut telah terdeteksi di sedikitnya 25 negara di berbagai belahan dunia dan dilaporkan lebih banyak menyerang kelompok usia anak.
Sejumlah laporan internasional juga mengindikasikan bahwa varian ini berpotensi meningkatkan risiko reinfeksi, meskipun bukti ilmiah yang kuat masih terus diteliti.
Kelompok anak dinilai lebih rentan terhadap paparan varian ini, terutama karena sebagian dari mereka belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 sehingga belum memiliki kekebalan optimal terhadap virus.