Pada hari kejadian, Astri datang ke rumah terdakwa untuk menjemput anaknya, namun pertemuan tersebut berujung pertengkaran hebat yang berakhir dengan penikaman.
Sidang juga diwarnai isak tangis keluarga korban saat ibu korban, Noraida, dihadirkan sebagai saksi.
Baca Juga:
Tangis Nenek di PN Batam, Minta Prabowo Bebaskan ABK Dituntut Mati Kasus 2 Ton Sabu
“Andong mamak sudah tidak ada, itu anaknya yang nelpon, saya tidak tahan, Pak,” kata Noraida sambil terisak saat bersaksi di Pengadilan Militer I-02 Medan, Senin (8/12/2025).
Noraida mengungkapkan bahwa sebelum tragedi itu, Astri telah sebulan lebih pisah ranjang dari suaminya.
Astri bersama dua anaknya tinggal bersama Noraida dan ayahnya, Sarman Tarigan, karena merasa tidak aman.
Baca Juga:
Di Tengah Gelombang Protes, Iran Gantung Pria yang Dituduh Agen Mossad
Sebagai seorang ibu, Noraida mengaku telah lama memiliki firasat buruk melihat rumah tangga anaknya yang tidak harmonis.
“Firasat saya sudah tidak enak, sejak anak pertama lahir dia sudah pukul anak saya,” ucap Noraida.
Ia juga mengungkapkan bahwa terdakwa kerap melakukan penganiayaan dan tidak menafkahi istrinya dengan layak.