“Karena memang tidak dinafkahi, hanya dikasih uang Rp100 ribu itu pun tidak tiap hari, sementara anak ada empat orang, saya sering antar makanan,” kata Noraida pilu.
Ayah korban, Sarman Tarigan, mengaku terpukul saat melihat langsung kondisi anaknya yang sudah terbujur kaku bersimbah darah.
Baca Juga:
UU Penyesuaian Pidana Diteken Prabowo, Hukuman Mati Hingga ITE Diubah
“Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri kondisi anak saya sudah terbaring, saya tidak sanggup melihatnya,” kata Sarman di hadapan Oditur.
Ia menilai perbuatan menantunya sebagai tindakan yang kejam dan tidak berperikemanusiaan.
“Kalau terdakwa berpikir jernih dan manusiawi, mungkin ini tidak terjadi,” ujar Sarman.
Baca Juga:
Korupsi Rp556 Miliar Eks Menteri Olahraga China Dihukum Mati & Semua Harta Dirampas Negara
Sarman pun berharap majelis hakim menjatuhkan hukuman setimpal kepada terdakwa.
“Ini perbuatan pidana yang kejam, berikan hukuman setimpal sebagaimana dalam undang-undang,” tegasnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.