Supriyadi kemudian mendatangi pelaku bersama temannya dengan maksud menyelesaikan permasalahan dengan W.
Supriyadi lalu mengajak Aria pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor.
Baca Juga:
Dihadiri Ratusan Pesilat se-Bekasi Raya, Mahfudz Abdurrahman Sampaikan Hal Ini di ‘Pesantren Silat’
Menurut Wira, Supriyadi kala itu membonceng Aria.
"Namun, di tengah perjalanan, Aria meminta Supriyadi untuk mengubah arah menuju rumah seorang teman bernama Alvian," ujar Wira.
"Ketika kami berada di depan rumah Alvian, tiba-tiba Aria berteriak 'begal, begal, begal', sehingga menarik perhatian warga sekitar," tambahnya.
Baca Juga:
Perkuat Silaturahmi Legislatif-Eksekutif, DPC PKB Kota Bekasi Undang ‘Bukber’ Wakil Wali Kota Bekasi
Wira menjelaskan bahwa Aria berteriak begal dengan maksud menuduh Praka Supriyadi sebagai pelaku begal.
Sebagai akibatnya, Praka Supriyadi segera melarikan diri untuk menghindari amukan massa.
Namun, Aria justru mengambil sebilah pedang dari rumah temannya Alvian dan mengejar Supriyadi.