Sumiyati menjelaskan bahwa meskipun terluka, Praka S tetap menunjukkan kekuatan. Menurutnya, luka-luka yang terlihat pada Praka S terutama berada di kepala dan lengan.
Sumiyati menambahkan bahwa anggota TNI tersebut meminta agar warga tidak berkerumun untuk mengantarnya ke rumah sakit.
Baca Juga:
Dihadiri Ratusan Pesilat se-Bekasi Raya, Mahfudz Abdurrahman Sampaikan Hal Ini di ‘Pesantren Silat’
"Dia naik ambulans saja masih sendiri enggak mau digotong dan bilang 'Jangan ramai-ramai bang, saya malu sama komandan'," ungkap Sumiyati dikutip dari Kompas.com, Minggu (31/3/2024).
Korban dibawa ke RSUD Kota Bekasi oleh seorang warga dan petugas keamanan TPST Bantargebang.
Namun, Praka S tidak bisa diselamatkan. Korban meninggal dunia di rumah sakit.
Baca Juga:
Perkuat Silaturahmi Legislatif-Eksekutif, DPC PKB Kota Bekasi Undang ‘Bukber’ Wakil Wali Kota Bekasi
Berdasarkan pengakuan Praka Supriyadi, dirinya bersimbah darah karena mengalami kecelakaan.
Namun, menurut informasi yang Sumiyati dengar, tim dokter dari RSUD kota Bekasi memastikan bahwa luka yang dialami Praka S akibat bacokan.
"Kalau kata rumah sakit itu pembacokan bukan kecelakaan," ujar Sumiyati.