"Saya meminta kepada WNA yang tengah berlibur di Bali untuk selalu mentaati peraturan yang berlaku di Indonesia dan khususnya di Bali," jelas Romi.
Rekam jejak TK sejak Februari 2018 jadi relawan di salah satu PAUD, Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar, Bali. Selama jadi tenaga sukarelawan, TK tinggal di salah satu kamar yang ada di lingkungan PAUD tersebut.
Baca Juga:
Sosok Perempuan V dalam Kasus Cabul AKBP Fajar Diungkap Komnas HAM
TK bertugas membantu menyiram tanaman, memotong rumput. Dia juga perbaiki fasilitas PAUD yang rusak dan mengecat pintu gerbang. Tak hanya itu, TK juga kerap gantikan tukang masak untuk siswa PAUD.
Hal itu dilakukan TK jika tukang masak sedang libur atau tidak masuk kerja. Adapun insiden pencabulan terjadi sekitar Januari sampai April 2019. Aksi bejat itu dilakukan pelaku saat jam istirahat siang.
TK dalam aksinya minta lima murid yang jadi korban untuk masuk ke kamarnya. Selanjutnya, pria lansia itu menyuruh lima bocah itu melepas pakaian. Kemudian, dia tega melakukan perbuatan cabul terhadap para korban.
Baca Juga:
Siswa SMA di Pinrang Diduga Cabuli 16 Bocah, Bereaksi Sejak Duduk di Bangku SMP
Sementara, anak-anak yang jadi korban terpengaruh bujukan pelaku karena sering diberi hadiah. Orang tua korban mulai menyadari perubahan perilaku anak-anak pada Minggu, 17 Maret 2019. Setelah diminta bercerita pada Sabtu, 30 Maret 2019, para korban menyampaikan perbuatan cabul TK kepada orang tua mereka. Mendengar hal itu, orang tua korban langsung bereaksi dengan melaporkan kasus itu ke polisi.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.