WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kemudahan bertransaksi menggunakan QRIS yang selama ini menjadi primadona pembayaran digital di Indonesia ternyata tidak luput dari incaran pelaku kejahatan siber.
Modus penipuan terbaru memanfaatkan kode QR palsu kini ramai diperbincangkan, dengan korban yang bisa kehilangan saldo rekening hanya dalam hitungan menit.
Baca Juga:
Kode QRIS RI, Prabowo-Modi Sepakat Bakal Bisa Dipakai di India
Fenomena ini menjadi peringatan bahwa perkembangan teknologi pembayaran tetap harus dibarengi dengan kesadaran keamanan dari semua pihak.
Modus tersebut dilakukan dengan cara pelaku membuat kode QR palsu yang meniru identitas pedagang, jenis barang, dan jumlah transaksi asli, sehingga korban tidak menyadari sedang bertransaksi dengan penipu.
Saat korban memindai atau scan QR tersebut, saldo di rekeningnya bisa terkuras habis tanpa sisa.
Baca Juga:
QRIS Semakin Mendunia, DPR Sebut Bukti Sistem Pembayaran Indonesia Kompetitif
Bank Indonesia sebelumnya sudah pernah memperingatkan masyarakat terkait ancaman ini.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan QRIS dibangun dengan standar keamanan nasional dan mengacu pada praktik terbaik global.
"QRIS keamanannya itu tanggung jawab bersama. BI, ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia) dan pelaku industri PJP (Perusahaan Jasa Penilai) selalu melakukan sosialisasi dan edukasi terkait keamanan transaksi QRIS kepada para merchant," jelasnya.