Sahroni menegaskan bahwa penertiban praktik premanisme merupakan langkah penting dalam upaya pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi.
Oleh karena itu, aparat kepolisian harus berani bertindak tegas tanpa ragu.
Baca Juga:
Polres Sleman Minta Maaf, Akui Salah Pasal dalam Kasus Hogi Minaya
Selain pemalakan terhadap pengusaha, ia juga menyoroti aksi sweeping yang dilakukan oleh ormas terhadap warung makan yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan.
Padahal, menurutnya, keberadaan warung makan yang buka di siang hari juga penting bagi masyarakat yang tidak berpuasa, seperti umat non-Muslim atau ibu hamil.
"Saya rasa semangat ini juga sejalan dengan Pak Prabowo yang ingin mendorong investasi berkembang di tanah air. Artinya polisi tegas saja. Sampaikan ke para ormas ini agar tidak main-main dengan hukum. Negara jangan kalah dengan preman," tandas Sahroni.
Baca Juga:
Komisi III DPR Tegaskan Kasus Hogi Minaya Tak Layak Dipidana
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.