WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus meningkatkan pemantauan terhadap perkembangan situasi kebencanaan di wilayah Kalimantan.
Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya potensi cuaca ekstrem yang dapat mengancam keselamatan masyarakat serta berdampak pada berbagai sektor kehidupan.
Baca Juga:
Pergerakan Tanah di Padasari Terus Berlangsung, Jumlah Pengungsi Capai 2.453 Jiwa
Ketidakstabilan kondisi atmosfer saat ini memicu beragam bencana hidrometeorologi, sementara ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah.
Berdasarkan hasil pemantauan pada periode 9–10 Februari 2026, BNPB mencatat adanya kejadian baru berupa angin kencang yang melanda Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada Minggu (8/2/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan menyebabkan satu unit rumah warga roboh.
Baca Juga:
BNPB Catat Banjir dan Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana Periode 8–9 Februari 2026
Angin kencang yang melanda Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada Minggu (8/2/2026), menyebabkan satu unit rumah warga roboh.
Korban telah dievakuasi oleh petugas dan diserahkan kepada pihak keluarga. Hingga saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan telah kondusif dan dalam penanganan pihak terkait.
Di tengah cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah daerah, ancaman kebakaran hutan dan lahan justru masih berlangsung dan bahkan menunjukkan kecenderungan meningkat.