Saat ini, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Wilayah Kabupaten Banjar masih berada dalam masa Transisi Darurat hingga pertengahan Februari 2026, dengan pendampingan dan upaya penanganan yang terus dilakukan oleh pemerintah dan instansi terkait.
Menanggapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah bersama masyarakat di wilayah Kalimantan untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, seperti angin kencang, hujan lebat, dan banjir.
Baca Juga:
Pergerakan Tanah di Padasari Terus Berlangsung, Jumlah Pengungsi Capai 2.453 Jiwa
Masyarakat diminta untuk mengamankan lingkungan sekitar, menghindari aktivitas berisiko saat cuaca buruk, serta selalu memantau informasi dan peringatan dini dari instansi berwenang.
Di sisi lain, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan.
BNPB menekankan pentingnya pengendalian sumber api sejak dini, larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta penguatan patroli dan kesiapan sarana pemadaman di wilayah rawan karhutla.
Baca Juga:
BNPB Catat Banjir dan Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana Periode 8–9 Februari 2026
Sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menekan risiko bencana serta menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan di Kalimantan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.