Di Provinsi Kalimantan Barat, luas lahan terdampak karhutla tercatat mencapai sekitar ±306,404 hektare sejak awal Januari hingga 9 Februari 2026.
Di Provinsi Kalimantan Barat, luas lahan terdampak karhutla tercatat mencapai sekitar ±306,404 hektare sejak awal Januari hingga 9 Februari 2026.
Baca Juga:
Pergerakan Tanah di Padasari Terus Berlangsung, Jumlah Pengungsi Capai 2.453 Jiwa
Dari jumlah tersebut, penambahan terbaru mencapai ±64,904 hektare. Sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, Sambas, dan Mempawah, telah menetapkan status Siaga Darurat guna memperkuat langkah pencegahan dan penanganan.
Situasi serupa juga dilaporkan terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah. Data sementara menunjukkan total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar ±228,46 hektare, dengan penambahan sekitar ±9,32 hektare.
Kondisi ini menegaskan bahwa potensi karhutla masih menjadi ancaman nyata, meskipun di beberapa wilayah sedang mengalami hujan dan cuaca ekstrem.
Baca Juga:
BNPB Catat Banjir dan Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana Periode 8–9 Februari 2026
Di Provinsi Kalimantan Barat, luas lahan terdampak karhutla tercatat mencapai sekitar ±306,404 hektare sejak awal Januari hingga 9 Februari 2026.
Selain itu, BNPB turut memperbarui perkembangan banjir di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Bencana tersebut berdampak pada sekitar ±1.890 kepala keluarga atau 4.980 jiwa, serta menyebabkan ±1.353 unit rumah terdampak.