"Terima kasih banyak, Pak Menteri, untuk kemurahan hati dan komitmennya untuk mendukung proyek ini. Karena ini bukan hanya isu buat saya pribadi, tapi kami segera jajaran INPEX memiliki komitmen juga untuk mempercepat realisasi Abadi ini, termasuk ini saya sudah 12 tahun mengerjakan Abadi. Bukan hanya Pak Menteri, tetapi juga kami memiliki komitmen yang sama untuk segera mengerjakan Abadi. Dan setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini," ujar Ueda.
Dari sisi administratif, perkembangan proyek ini juga semakin kuat setelah sejumlah perizinan penting berhasil diselesaikan pada awal tahun 2026.
Baca Juga:
Kerja Sama Dagang RI–AS Menguat, Investasi Mineral Wajib Bangun Smelter di Dalam Negeri
Persetujuan lingkungan melalui dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah diterbitkan pada 13 Februari 2026.
Sebelumnya, pemerintah juga telah memberikan persetujuan pelepasan kawasan hutan oleh Kementerian Kehutanan pada Januari 2026.
Rampungnya berbagai perizinan tersebut menunjukkan adanya sinergi antar kementerian dan lembaga dalam mendukung realisasi investasi besar ini.
Baca Juga:
Indonesia Tegaskan Produk Nonhalal Tak Wajib Label dan Sertifikat Halal
Di akhir agenda kunjungannya di Jepang, Menteri ESDM kembali mengingatkan pihak INPEX agar tetap konsisten dalam memenuhi setiap target dan tahapan proyek yang telah disepakati bersama.
Pemerintah berharap percepatan birokrasi dan komitmen investasi yang kuat dapat menjadikan Proyek Abadi Masela sebagai salah satu pusat energi baru di Laut Arafura.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, proyek yang selama ini hanya menjadi wacana kini mulai menunjukkan arah yang lebih jelas menuju tahap pembangunan.