“Tadi bagus pertanyaan-pertanyaannya terkait dengan fungsi tugas BAKN. Dan semuanya memang tertuju kepada bagaimana tata laksana transparansi dari anggaran pemerintah, terutama juga terkait dengan pemerintah daerah. Bagaimana pula kerja BAKN untuk bisa masuk memeriksa lembaga yang dianggap melalui undang-undang independen seperti Bank Indonesia. Ya tentu saya jelaskan bahwa memang undang-undang membolehkan dengan fungsi-fungsi yang lebih terbatas,” ujar Politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Lebih lanjut, Herman menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kemitraan antara BAKN DPR RI dengan perguruan tinggi di berbagai daerah.
Baca Juga:
Rieke Diah Pitaloka Tegaskan Tak Ada Restorative Justice untuk Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak
Kolaborasi yang dibangun secara berkelanjutan diharapkan mampu membuka ruang dialog yang lebih luas antara lembaga legislatif dan kalangan akademisi dalam mengawal tata kelola keuangan negara.
Ia menambahkan, sinergi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan berbagai masukan, kajian, serta rekomendasi yang objektif, berbasis data ilmiah, dan mampu memperkuat kualitas pengawasan BAKN terhadap pengelolaan keuangan negara.
Dengan demikian, peran akademisi dan mahasiswa tidak hanya sebatas sebagai pengamat, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendorong terwujudnya tata kelola anggaran yang semakin transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Baca Juga:
Ilham Permana: Ukur Keberhasilan Pariwisata dari Nilai Ekonomi, Bukan Jumlah Wisatawan
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.