"Kaltim ini sedang kita, sedang kita, dampingi secara khusus karena banyak aduan dan juga kita mencermati opini yang ada di publik begitu ya," kata Bima.
Pengawasan terhadap penggunaan APBD di daerah itu terus dilakukan, termasuk dengan menurunkan tim dari inspektorat dan jajaran otonomi daerah.
Baca Juga:
Anggaran Makan Minum Pemda Rp1 Miliar Sehari, DPR: Tak Masuk Akal!
"Jadi ya Kaltim ini banyak catatan dari kami. Setiap perkembangan pasti kita sikapi. Ada dari Irjen yang kami turunkan ke sana gitu ya, teman-teman dari Otda yang juga berkomunikasi mengingatkan. Ya intinya, semangat efisiensi itu harus terus dipegang," ujarnya.
Bima juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin seharusnya mengutamakan kepentingan masyarakat di atas fasilitas pribadi.
"Dan pemimpin itu, ya kan harus yang paling terakhir senang itu pemimpin. Yang paling terakhir enak itu pemimpin. Pemimpin itu bukan berorientasi pada fasilitas. Pemimpin itu pada karya dan kinerja. Ya kita berharap ada semangat itu yang di yang disadari oleh kepala daerah termasuk oleh Pak Gubernur," tutur Bima.
Baca Juga:
Purbaya Minta Daerah Habiskan Anggaran, Said: Tak Mungkin Dana Disimpan
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas'ud sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas polemik yang muncul terkait rencana renovasi rumah jabatan tersebut.
Permintaan maaf disampaikan melalui akun media sosial pribadinya pada Minggu (26/4/2026) malam sebagai respons atas kritik yang berkembang luas di masyarakat.
"Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi," ujar Rudi.