WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut ambil bagian dalam rapat koordinasi percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra yang digelar di Kota Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Rapat ini menjadi forum strategis lintas kementerian dan lembaga guna menyatukan langkah pemulihan di daerah terdampak bencana.
Baca Juga:
Api Masih Membara di Parigi Moutong, Binjai dan Demak Dilanda Dampak Cuaca Ekstrem
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang pembentukan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Rapat diinisiasi oleh Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra dari unsur pemerintah.
Rapat koordinasi ini difokuskan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, sekaligus merumuskan solusi terpadu dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut.
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak 11 Rumah di Blitar, Satu Fasilitas Pendidikan Terdampak
Pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sejumlah pejabat tinggi negara hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Keuangan, Menteri Sosial, Menteri Perumahan, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet.
Hadir pula Kepala Badan Pengelola BUMN, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sekretaris Utama BNPB, serta Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB.