“Hub ini bersifat nationally coordinated but locally adapted. Dikoordinasikan secara nasional, tapi disesuaikan dengan potensi lokal,” jelasnya.
Sebagai contoh, hub yang berada di Jakarta akan berfokus pada pengembangan bisnis berkelanjutan dan energi bersih dengan dukungan PLN Icon Plus.
Baca Juga:
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku 2 Januari 2026, Ini Perubahan Krusialnya
Di Bandung, fokusnya pada kecerdasan buatan dan industri kreatif, sedangkan di Medan diarahkan pada sektor pertanian dan produk konsumen.
Edwin menegaskan bahwa Garuda Spark bukan milik eksklusif pemerintah, melainkan ekosistem terbuka yang mengundang partisipasi luas dari semua pihak.
“Innovation hub ini adalah open ecosystem, agnostik. Siapapun startup, investor, universitas, komunitas boleh bergabung,” tegasnya.
Baca Juga:
Tambahan PNBP Rp 6,62 Triliun, Pemerintah Optimistis Tekan Defisit APBN
Dalam ekosistem ini, peran pemerintah lebih sebagai koordinator dan katalisator, sementara inisiatif operasional dan pengembangan diserahkan kepada pelaku usaha dan masyarakat.
Program GSIH akan diperluas ke berbagai kota di seluruh Indonesia. Selain Jakarta dan Bandung, pengembangan hub akan dilakukan di Aceh, Medan, serta kota-kota lain yang memiliki potensi spesifik masing-masing.
“Kita ingin menciptakan inovasi yang benar-benar berdampak pada kehidupan rakyat, dari transparansi layanan publik hingga akselerasi ekonomi digital,” ujar Edwin.