“Aset ini tentu akan kami manfaatkan sebagaimana mestinya. Kami berharap pemanfaatannya dapat terus disinergikan dengan BRIN. Prinsip kami adalah inklusif, adaptif, dan berdampak, sehingga keberadaan fasilitas ini benar-benar memperkuat riset dan pendidikan tinggi di Papua,” ujar Sesjen Badri.
Ia menegaskan bahwa sinergi lintas kementerian dan lembaga merupakan kunci dalam membangun pusat-pusat unggulan riset di kawasan timur Indonesia.
Baca Juga:
Gerakan Srikandi Indonesia Resmi Dideklarasikan, Fokus Bangun Literasi Pengasuhan Keluarga
Sejalan dengan arahan Presiden, Kemdiktisaintek tengah mendorong pembentukan 12 Inter-University Research Center guna memperkuat jejaring riset nasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan BRIN maupun BRIDA di berbagai daerah.
Dengan pengalihan status penggunaan ini, fasilitas di Eks Balai Arkeologi Jayapura diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan produktif untuk mendukung proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama lintas sektor.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan tinggi dan penguatan riset berbasis potensi lokal di Papua.
Baca Juga:
Cara Cek Status Penerima KIP Kuliah 2026 Secara Online
“Prinsip kami adalah inklusif, adaptif, dan berdampak. Kekayaan budaya Indonesia luar biasa, temuan lukisan prasejarah tertua di dunia di Sulawesi yang dipublikasikan dalam jurnal internasional menjadi bukti pentingnya riset budaya. Keberadaan ISBI di Jayapura diharapkan dapat turut menopang penguatan riset dan pelestarian budaya di Papua,” tegas Sesjen Badri.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas, menekankan bahwa alih status ini bukan sekadar proses administratif, melainkan wujud komitmen kolaborasi jangka panjang antara kedua institusi.
“Aset ini secara resmi diserahkan kepada kemdiktisiantek untuk digunakan dalam kegiatan ISBI di Tanah Papua, dan seluruh proses administrasi telah selesai. Alih status ini bukan sekadar soal keluar-masuk aset, tetapi bagaimana komunikasi dan kolaborasi tetap berjalan baik ke depan,” ujar Sestama Nur.