Ia menambahkan, pertemuan serah terima tersebut penting untuk memastikan kedua belah pihak memahami kebutuhan masing-masing, termasuk kemungkinan pemanfaatan fasilitas secara bersama dalam mendukung kegiatan riset berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Herry Jogaswara, menjelaskan bahwa Eks Balai Arkeologi Jayapura memiliki nilai strategis dalam memperkuat pembelajaran dan penelitian kebudayaan di Papua.
Baca Juga:
Brian Yuliarto Dorong Generasi Muda Jadi Motor Inovasi Berbasis Sains dan Teknologi
Keberadaan koleksi ilmiah arkeologi yang tersimpan di lokasi tersebut dinilai dapat menjadi sumber belajar sekaligus bahan penelitian bagi mahasiswa dan peneliti.
“Kami berharap koleksi ilmiah arkeologi yang saat ini masih berada di eks Balai Arkeologi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa serta mendukung penguatan riset sosial budaya di Papua. Keberadaan periset BRIN di Jayapura juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah,” jelasnya.
Melalui kolaborasi antara BRIN dan Kemdiktisaintek ini, pemerintah berharap lahir pusat-pusat unggulan riset dan inovasi baru di kawasan timur Indonesia.
Baca Juga:
Momentum Hari Bumi, RI dan Uni Eropa Percepat Transisi Energi Lewat Inovasi Hijau
Langkah tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang inklusif, berkeadilan, serta mendorong pemerataan kualitas pendidikan dan penguatan riset berbasis potensi daerah.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.