Lebih lanjut, pelaksanaan program BSPS juga diarahkan selaras dengan arahan Presiden untuk memperkuat ekonomi lokal.
Salah satu upayanya adalah dengan memanfaatkan bahan bangunan produksi dalam negeri, termasuk dari pelaku usaha lokal di Jawa Barat.
Baca Juga:
TNI AU dan Kementerian PKP Bahas Rusun Prajurit, Fokus di Lampung
“Untuk 40.000 unit BSPS di Jawa Barat, kita akan menggunakan produksi genteng lokal dari para pengusaha di Jawa Barat. Jadi tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.
Dalam rangka meningkatkan transparansi dan efisiensi penggunaan anggaran, kegiatan peluncuran ini juga diisi dengan simulasi Pemilihan Toko Terbuka (PTT) yang digelar di Kecamatan Ketapang.
Simulasi ini menjadi contoh mekanisme pemilihan penyedia bahan bangunan secara terbuka dan akuntabel.
Baca Juga:
Pascakebakaran di NTB, Pemerintah Siapkan Permukiman Baru Berstandar Tipe 36
Simulasi tersebut menggunakan total anggaran sebesar Rp175 juta untuk pembangunan 10 unit rumah penerima bantuan, atau sekitar Rp17,5 juta per unit untuk kebutuhan material.
Dari proses tersebut, berhasil dicapai efisiensi anggaran sebesar 6,83 persen atau senilai Rp11.950.000 yang kemudian dikembalikan kepada masyarakat sebagai tambahan manfaat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat melalui program BSPS yang dinilai sangat relevan dengan kondisi di lapangan.