WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.
Upaya tersebut terlihat saat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti melakukan peninjauan langsung di Kecamatan Langowan, Kabupaten Minahasa, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga:
Kapolres Langkat Tunjukkan Kepedulian Sosial Melalui Program Bedah Rumah Sambut Hari Bhayangkara Ke-80
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau kondisi rumah milik Ibu Afni, seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama tiga anaknya.
Rumah tersebut dinilai tidak layak huni karena tidak memiliki pondasi yang memadai, jendela dalam kondisi rusak dan berlubang, serta atap yang rapuh dan kerap bocor saat hujan turun.
Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan penghuni sekaligus tidak memenuhi standar hunian sehat.
Baca Juga:
BSPS Digenjot di Jawa Barat, Kuota Bedah Rumah Melonjak Jadi 40.000 Unit
“Tadi kami sudah melihat langsung dan berbincang dengan Ibu Afni. Rumah ini sangat tidak layak huni, tidak ada pondasi, jendelanya pecah, atapnya juga rapuh dan bocor. Rumah ibu ini harus segera direnovasi, dan sebaiknya sementara waktu tidak ditempati saat proses renovasi berlangsung,” ujar Menteri PKP.
Sebagai langkah konkret, Menteri PKP menargetkan proses renovasi rumah tersebut dapat rampung dalam waktu tiga bulan.
Ia juga meminta agar pekerjaan fisik dimulai pada Senin, 13 April 2026, sehingga manfaat program dapat segera dirasakan oleh penerima.