WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah terus mempercepat upaya penataan kawasan permukiman, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di bantaran rel kereta api.
Hal ini ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama sejumlah pimpinan lembaga dan BUMN di Gedung BP BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga:
Pemerintah Mulai Bangun Rusun Subsidi di Meikarta Dukung Program 3 Juta Rumah
Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Kepala BPS Amalia Adininggar, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Angkasa Pura Muhammad Rizal Pahlevi, Plt Direktur Utama Perumnas Imelda Alini, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden yang menekankan percepatan relokasi warga yang bermukim di sepanjang jalur rel kereta api.
Selain itu, rapat ini juga menjadi langkah konkret lanjutan setelah peninjauan lahan milik PT Angkasa Pura di kawasan Kramat, Jakarta Pusat, yang dinilai potensial untuk pembangunan hunian baru.
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Rusun untuk Prajurit Kopassus di Solo, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan TNI
Dalam keterangannya, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat dengan dukungan lintas sektor guna merealisasikan program tersebut.
“Kami mendapat dukungan yang sangat cepat dari Kepala BP BUMN serta Direktur Utama PT KAI dan PT Angkasa Pura. Ini menunjukkan komitmen bersama untuk segera menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pemanfaatan aset milik BUMN menjadi salah satu strategi utama dalam penyediaan hunian.