Risma juga menekankan pentingnya
pemetaan kebutuhan masyarakat, sehingga program pemberdayaan dapat
berjalan dengan maksimal sesuai keinginan masyarakat.
Kementerian Sosial RI bekerjasama
dengan sejumlah perguruan tinggi negeri dalam memetakan permasalahan aktual
masyarakat guna membangkitkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19.
Baca Juga:
Mensos Gus Ipul dan Mendagri Tito Salurkan Bantuan Rp241 Miliar untuk Korban Bencana Pidie Jaya
"Contohnya, masalah air bersih di
Papua. Berdasarkan hasil pemetaan kami, ditindaklanjuti dengan Kementerian PU
untuk penyediaan air bersihnya. Kemudian, KIP untuk
sektor pendidikan, lalu ada anak jalanan yang produksi sepatu di
Cibaduyut," ungkapnya.
Menurut dia, saat ini
tidak bisa lagi hanya bicara program yang sama, namun harus sesuai dengan keinginan
masyarakat, agar bisa maksimal.
Selain menjalankan program yang sudah
ada di dalam DIPA, pihaknya ingin bantuan tersebut bukan sekedar masyarakat
menerima bansos, melainkan program pemberdayaan turut
berjalan.
Baca Juga:
Dirut BPJS: 120.472 Peserta PBI Penyakit Katastropik Sudah Aktif Kembali
"Saya ulangi sekali lagi, ada gap (jarak) antara kebutuhan dan
bantuan. Progam bansos ini sebisa mungkin juga menghasilkan tambahan pendapatan. Jadi, selain
kita berikan pekerjaan, mereka juga kita dorong untuk menambah penghasilan
mereka. Tidak bisa hanya" oh, tugasnya
memberikan bantuan, tapi juga kita berdayakan," kata
dia. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.