WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyampaikan apresiasi atas langkah progresif Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tengah menyiapkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPAR Kebon Kongok, Lombok Barat.
MARTABAT menilai langkah ini menunjukkan arah baru yang lebih serius dalam menangani persoalan darurat sampah sekaligus memperkuat agenda transisi energi terbarukan di daerah.
Baca Juga:
Langkah KG Media Gunakan REC PLN, ALPERKLINAS: Transisi Energi Butuh Partisipasi Korporasi
Ketua Umum MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, menyampaikan bahwa inisiatif Pemprov NTB ini merupakan contoh kebijakan yang selaras dengan masa depan pengelolaan energi nasional.
“Pemerintah daerah yang berani mengambil langkah konkret seperti ini menunjukkan pemahaman bahwa sampah bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga peluang energi. Inisiatif ini adalah wujud keberanian melihat masa depan,” kata Tohom, Minggu (8/12/2025).
Ia menegaskan pentingnya memastikan seluruh proses investasi dan pemilihan teknologi berjalan akuntabel dan terukur.
Baca Juga:
Ancaman Overkapasitas Sampah Tahun 2028, MARTABAT Prabowo-Gibran Nilai PLTSa Solusi Strategis
“Ketika berbicara PSEL, kita bicara tentang teknologi jangka panjang. Karena itu transparansi, kesiapan infrastruktur, dan kejelasan tata kelola harus menjadi fondasi agar fasilitas ini benar-benar memberi manfaat,” ujarnya.
Tohom juga menilai bahwa kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, investor, hingga regulator pusat—akan menentukan keberhasilan proyek ini.
“NTB membutuhkan solusi menyeluruh, bukan tambal sulam. Ketika energi terbarukan masuk dari pintu pengelolaan sampah, maka pemerintah harus memastikan seluruh skema, dari pengangkutan, logistik, hingga keberlanjutan pasokan sampah, berjalan solid,” ujarnya.