WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto meminta Kementerian Koperasi menyusun indikator keberhasilan yang lebih terukur dalam pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) serta Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) Tahun 2027.
Menurutnya, kejelasan indikator menjadi aspek penting untuk memastikan program prioritas pemerintah tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memudahkan evaluasi terhadap penggunaan anggaran negara.
Baca Juga:
Ketua BPKN Dorong LSM Menjadi LPKSM: Sahkan Amandemen Undang Undang Perlindungan Konsumen
Dalam rapat kerja bersama Menteri Koperasi yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026), Darmadi mempertanyakan parameter yang akan digunakan pemerintah untuk menilai keberhasilan program KDMP.
"Yang menjadi pertanyaan bagi kami adalah indikator keberhasilannya apa. Apakah jumlah koperasi yang terbentuk, omzetnya, keuntungan yang dihasilkan, atau keberlanjutan usahanya?" ujar Darmadi saat mengikuti rapat kerja dengan Menteri Koperasi.
Menurut Darmadi, keberadaan koperasi tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga administratif atau organisasi semata, melainkan harus berfungsi sebagai entitas ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Baca Juga:
PLN Ajukan 3 Triliun PMN 2025 untuk Bangun Kelistrikan Daerah Terpencil
Oleh karena itu, setiap koperasi yang dibentuk perlu memiliki arah usaha yang jelas, sistem pengelolaan yang profesional, serta model bisnis yang mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan ekonomi.
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut menilai tantangan utama dalam pelaksanaan program KDMP bukan hanya pada pencapaian target pembentukan koperasi di berbagai daerah, melainkan pada kemampuan koperasi tersebut untuk tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya dalam jangka panjang.
"Kita jangan hanya mengejar target jumlah. Yang lebih penting adalah bagaimana koperasi itu bisa berjalan, menghasilkan pendapatan, dan memberi manfaat bagi anggotanya," katanya.