Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut menilai evaluasi tidak hanya perlu dilakukan terhadap teknis pelaksanaan pelatihan, tetapi juga mencakup kurikulum, silabus, hingga metode pembelajaran yang digunakan.
Ia mengingatkan bahwa apabila pendekatan pelatihan saat ini tetap dipertahankan tanpa perbaikan, maka potensi terulangnya insiden serupa harus menjadi perhatian seluruh pihak.
Baca Juga:
Yahya Zaini Minta Driver Ojol Dilibatkan dalam Penetapan Status sebagai Pelaku UMKM
"Saya pikir harus diubah kurikulum, silabus, atau metode pelatihannya. Fokusnya harus pada kemampuan mengelola usaha, bukan keterampilan militer," tegasnya.
Lebih lanjut, Darmadi menekankan bahwa calon manajer Kopdes Merah Putih semestinya memperoleh pembekalan yang berkaitan langsung dengan pengembangan koperasi dan pengelolaan bisnis.
Menurutnya, kemampuan menyusun strategi usaha, membaca potensi pasar, membangun jejaring bisnis, mengembangkan pelaku UMKM, hingga menyusun strategi pemasaran merupakan kompetensi yang jauh lebih dibutuhkan dibandingkan materi yang bersifat kedisiplinan ala militer.
Baca Juga:
Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026, Puan Maharani Tampil Anggun dengan Kebaya Hijau Olive
"Manajer itu tidak mudah. Harus diuji kemampuan manajerialnya, bagaimana melihat peluang bisnis, mengembangkan UMKM, dan melakukan penetrasi pasar. Itu yang seharusnya menjadi materi utama," ujarnya dikutip dari situs resmi DPR RI, Rabu (01/07/2026).
Darmadi juga mengingatkan bahwa keberhasilan program Kopdes Merah Putih dalam jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh pembentukan kelembagaan atau jumlah koperasi yang berdiri.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang dipercaya mengelola koperasi menjadi faktor utama yang akan menentukan keberlangsungan dan keberhasilan program tersebut.