Ia menjelaskan, proyek tersebut mencakup pembangunan tanggul dengan ketinggian sekitar 4 hingga 5 meter di sejumlah titik rawan banjir.
"Ini harus kita segera lakukan normalisasi, pembangunan tanggul kurang lebih tingginya 4 hingga 5 meter dan tadi bisa dihitung berapa panjang di titik-titik yang paling rawan,"jelasnya lagi.
Baca Juga:
Diduga Tanpa Pemberitahuan Ke Keluarga, Eks Ketua PETIR Jackson Sihombing Di Pindah ke Lapas Nusakambangan
Selain itu, AHY mengungkapkan kondisi Kali Ciliwung mengalami pendangkalan setiap tahun dengan sedimentasi mencapai 20 hingga 50 sentimeter.
Karena itu, pengerukan sungai dinilai harus dilakukan secara berkala agar kapasitas aliran air tetap terjaga.
"Iitu harus dilakukan terus pengerukan. Jadi ini sangat berpengaruh pada kondisi sungai kita,"ujarnya.
Baca Juga:
Erick Thohir: Popularitas Kemenpora Sejalan dengan Kepercayaan Publik
AHY juga menyoroti tantangan utama dalam proses normalisasi sungai, yakni persoalan pembebasan lahan yang hingga kini masih menjadi hambatan di sejumlah titik.
"Tadi Bu Wamen (Wamen PU) juga menyampaikan lahannya seringkali masih terhambat, belum clean and clear pengadaannya,"pungkas AHY.
Menurut AHY, percepatan proyek normalisasi Kali Ciliwung membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat agar proses pembangunan dapat berjalan optimal.