Sejumlah fraksi juga memberikan apresiasi atas realisasi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen sepanjang 2025 yang dinilai tetap terjaga di tengah perlambatan ekonomi dunia.
Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah target APBN sebesar 5,2 persen.
Baca Juga:
Komisi VIII DPR RI dan Parlemen UEA Jajaki Kerja Sama Perkuat Moderasi Beragama
Karena itu, pemerintah didorong terus meningkatkan kualitas pertumbuhan melalui transformasi ekonomi, hilirisasi industri, digitalisasi berbagai sektor, peningkatan produktivitas nasional, penguatan riset dan inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam aspek fiskal, beberapa fraksi mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan APBN.
Pemerintah diminta mengelola peningkatan defisit anggaran, beban utang, maupun berbagai kewajiban kontinjensi secara hati-hati agar tidak menjadi beban fiskal pada masa mendatang.
Baca Juga:
Baleg DPR Serap Aspirasi di Batam, RUU Penyadapan Disiapkan Atur Kewenangan hingga Mekanisme Penyadapan
Selain itu, pemerintah juga didorong memperkuat basis penerimaan negara melalui reformasi perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, digitalisasi administrasi perpajakan, serta optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Kualitas belanja negara juga menjadi perhatian utama dalam pandangan fraksi-fraksi. Pemerintah diminta mengarahkan anggaran pada program-program yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Efisiensi belanja harus terus ditingkatkan, sementara program yang dinilai kurang memberikan nilai tambah perlu dievaluasi secara berkala.