Forum tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi yang konstruktif dalam membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan serta merumuskan solusi bersama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke anggota PPMI di PT Solo Murni (Tiga Serangkai), dilanjutkan dengan silaturahmi bersama Wali Kota Surakarta dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Surakarta.
Baca Juga:
PHK Ancam Jutaan Pekerja di Industri Tembakau
Dalam rangkaian acara juga akan disampaikan pemaparan dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Hak Asasi Manusia, BPJS Ketenagakerjaan, serta BPJS Kesehatan terkait berbagai program, kebijakan, dan perlindungan bagi pekerja di Indonesia.
Menurut Ketua Panitia, Wahyu Rahadi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD KSPSI Jawa Tengah, kehadiran para pejabat pemerintah, pimpinan organisasi pekerja, kalangan dunia usaha, dan organisasi internasional diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam membahas berbagai isu strategis ketenagakerjaan, mulai dari peningkatan kesejahteraan pekerja, perlindungan hak-hak buruh, hingga tantangan transformasi dunia kerja di era digital.
Dengan kehadiran Menteri Ketenagakerjaan RI beserta jajaran Kementerian Ketenagakerjaan, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, para ketua umum konfederasi dan federasi buruh Indonesia, serta sejumlah tokoh nasional, Munas VIII FSP PPMI SPSI diproyeksikan menjadi forum strategis yang tidak hanya menentukan arah organisasi, tetapi juga menjadi ruang dialog mengenai kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Baca Juga:
Ferri Nuzarli Tinggalkan Partai Buruh, 1,3 Juta Anggota ORI Ikut Mundur
Panitia mengundang insan media, khususnya media elektronik, televisi, media cetak, dan media daring untuk menghadiri serta meliput rangkaian pembukaan Musyawarah Nasional VIII FSP PPMI SPSI yang akan berlangsung di Kota Surakarta.
[Redaktur: Amanda Zubehor]