Dukungan terhadap program ini juga datang dari Kementerian Pertanian yang siap berkontribusi melalui program Pekarangan Pangan Bergizi.
Bantuan yang akan diberikan meliputi penyediaan benih sayuran unggul serta pendampingan teknis dalam budidaya tanaman guna memastikan keberlanjutan hasil produksi.
Baca Juga:
Kinerja Gender Ponorogo Unggul, Menteri PPPA Tekankan Peran Orang Tua Lindungi Anak
Adapun delapan provinsi yang menjadi lokasi percontohan meliputi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Jawa Tengah (Cilacap), Jawa Timur (Malang), Jawa Barat (Garut), Sumatera Barat (Tanah Datar), Sulawesi Selatan (Bone), dan Sumatera Utara.
Implementasi awal di NTT menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan, di mana kelompok perempuan binaan telah berhasil melakukan panen perdana dalam kurun waktu 4 hingga 6 bulan sejak program dijalankan.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian ATR/BPN, di antaranya Direktur Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan Yuliana, Direktur Penertiban Penguasaan, Pemilikan dan Penggunaan Tanah M. Shafik Ananta Inuman, serta Kepala Subdirektorat Pengaturan dan Pengelolaan Tanah Pemerintah Tentrem Prihatin.
Baca Juga:
PPPA Apresiasi Respons Cepat Menpora Terkait Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing
Selain itu, hadir pula perwakilan mitra pelaksana dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari dan Amati Indonesia yang akan berperan dalam implementasi program di lapangan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.