Padahal, menurut Bambang, setiap program yang dijalankan pemerintah tentu masih memiliki ruang untuk evaluasi dan penyempurnaan.
“Jangan sampai ada framing di sosial media yang tujuan besarnya apa, (tetapi) dikerdilkan oleh isu-isu yang (membahas) ketidaksempurnaan satu program karena setiap program pasti ada tidak sempurnanya. Nah, ini mari kita sempurnakan bersama,” katanya.
Baca Juga:
DPR Soroti Ancaman Kebakaran TPA di Tengah Perubahan Iklim, Desak Percepatan Reformasi Pengelolaan Sampah
Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa kekurangan dalam pelaksanaan program pemerintah seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk dilakukan perbaikan.
Namun, proses evaluasi tersebut tidak semestinya menghapus atau menutupi berbagai capaian positif yang telah berhasil diraih.
Menurutnya, pemerintah, kementerian, lembaga, serta masyarakat perlu bersama-sama menjaga dan meningkatkan keberhasilan program pangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Kompor Listrik Dinilai Lebih Efisien, DPR Dukung Alokasi Rp815 Miliar dalam RAPBN 2027
Perbaikan juga dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang telah berjalan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain membahas swasembada pangan, Bambang turut menyoroti keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa program tersebut akan terus dilanjutkan, dengan tetap disertai evaluasi dan upaya meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaannya.