Melalui penerapan DDT, jalur khusus KRL akan difokuskan untuk mobilitas masyarakat perkotaan yang padat dan berfrekuensi tinggi, sementara jalur lainnya digunakan untuk perjalanan jarak jauh dan distribusi barang.
Pola ini diyakini mampu meningkatkan keselamatan, mengurangi potensi gangguan, serta menjaga ketepatan waktu perjalanan kereta.
Baca Juga:
Pesantren Didorong Adopsi Kurikulum Internasional untuk Cetak Santri Berdaya Saing Global
Sudjatmiko juga menambahkan bahwa percepatan proyek DDT kini memiliki peluang lebih besar untuk direalisasikan.
Hal ini karena kendala pembebasan lahan yang sebelumnya menjadi hambatan utama, saat ini disebut sudah banyak terselesaikan, khususnya untuk pengembangan jalur hingga wilayah Cikarang.
Dengan demikian, pemerintah diharapkan dapat segera mempercepat tahap konstruksi dan penyelesaian proyek.
Baca Juga:
Kesetaraan Gender Bukan Sekadar Kuota, Irine Dorong Perempuan Lebih Berpengaruh di Parlemen
Selain fokus pada solusi jangka panjang, ia juga menyoroti pentingnya langkah jangka pendek untuk meningkatkan keselamatan, terutama di perlintasan sebidang.
Ia mendorong pemasangan palang pintu otomatis di sekitar 1.800 titik rawan kecelakaan sebagai upaya mitigasi awal.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah tersebut hanya bersifat sementara dan tidak bisa menggantikan kebutuhan akan sistem yang lebih terintegrasi.