Melalui penerapan DDT, jalur khusus KRL akan difokuskan untuk mobilitas masyarakat perkotaan yang padat dan berfrekuensi tinggi, sementara jalur lainnya digunakan untuk perjalanan jarak jauh dan distribusi barang.
Pola ini diyakini mampu meningkatkan keselamatan, mengurangi potensi gangguan, serta menjaga ketepatan waktu perjalanan kereta.
Baca Juga:
Penyaluran Banpang Tersendat, DPR Soroti Dampaknya terhadap Lonjakan Harga Pangan
Sudjatmiko juga menambahkan bahwa percepatan proyek DDT kini memiliki peluang lebih besar untuk direalisasikan.
Hal ini karena kendala pembebasan lahan yang sebelumnya menjadi hambatan utama, saat ini disebut sudah banyak terselesaikan, khususnya untuk pengembangan jalur hingga wilayah Cikarang.
Dengan demikian, pemerintah diharapkan dapat segera mempercepat tahap konstruksi dan penyelesaian proyek.
Baca Juga:
Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, DPR Nilai Ketahanan Pangan RI Makin Kuat
Selain fokus pada solusi jangka panjang, ia juga menyoroti pentingnya langkah jangka pendek untuk meningkatkan keselamatan, terutama di perlintasan sebidang.
Ia mendorong pemasangan palang pintu otomatis di sekitar 1.800 titik rawan kecelakaan sebagai upaya mitigasi awal.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah tersebut hanya bersifat sementara dan tidak bisa menggantikan kebutuhan akan sistem yang lebih terintegrasi.