WAHANANEWS.CO, Jakarta - Usulan mengejutkan datang dari DPR yang mendorong kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan digeser ke tengah minggu demi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Anggota Komisi II DPR Fraksi PKB Khozin meminta pemerintah mempertimbangkan penerapan WFH pada hari Rabu agar tujuan efisiensi energi benar-benar tercapai.
Baca Juga:
Dukung WFH, ALPERKLINAS: Diskon Tambah Daya 50 Persen Jadi Momentum Adaptasi Konsumsi Listrik Rumah Tangga
“Agar maksud dan tujuan WFH ini tercapai, sebaiknya pemerintah secara cermat dalam menentukan hari WFH,” ujar Khozin, Jumat (27/3/2026).
Ia menilai penempatan WFH di tengah pekan akan lebih efektif karena tidak memicu mobilitas tambahan seperti halnya di akhir pekan.
“Usulan WFH di tengah pekan pada hari Rabu patut dipertimbangkan agar target dan tujuan WFH tercapai yakni penurunan konsumsi BBM,” lanjutnya.
Baca Juga:
Dukung Aktivitas WFH, PLN Tawarkan Promo Tambah Daya Listrik Setengah Harga
Khozin menjelaskan bahwa jika kebijakan WFH diterapkan pada hari Jumat, justru berpotensi meningkatkan pergerakan masyarakat karena berdekatan dengan libur akhir pekan.
Menurutnya, pola tersebut dapat memicu fenomena long weekend yang membuat masyarakat tetap bepergian dalam jumlah tinggi.
“Yang artinya, tujuan WFH menjadi bias karena mobilitas warga masih tetap tinggi,” ucapnya.