Yonanda disebut mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin (15/6/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Yonanda dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung.
Baca Juga:
Komnas Perempuan Buka Suara soal Kasus YTR, Sebut Belum Masuk KategoriPenyiksaan Versi PBB
Menurut Rico, seluruh peserta sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti latsarmil.
Meski demikian, Kemhan menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan agar peserta dapat mengikuti pelatihan dengan aman.
Pada Rabu (24/6/2026), Kemhan kembali mengonfirmasi satu peserta lain meninggal dunia.
Baca Juga:
Apk Undangan Palsu Masih Makan Korban, Ini Cara Cepat Selamatkan HP dan Rekening
Peserta tersebut adalah Novia Rahmadhani Sihotang, peserta Program SPPI KNMP 2026 yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.
Rangkaian kasus ini membuat pelaksanaan pendidikan SPPI KDKMP dan KNMP menjadi sorotan publik.
Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar seluruh peserta mendapatkan perlindungan kesehatan yang lebih kuat selama menjalani pendidikan.