Dalam pemeriksaan penyidik Subdit Kamneg Polda Metro Jaya, sopir RRP juga mengaku sempat terjebak di dalam kendaraan beberapa detik sebelum tabrakan mengerikan terjadi.
Mobil disebut mendadak berhenti di tengah rel karena mesin mati saat melintas di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur.
Baca Juga:
SBMI Peringati May Day di Jambi, Isu Upah Rendah dan Outsourcing Jadi Sorotan
“Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa. Transmisi berpindah ke parkir. Pada saat yang bersangkutan mencoba untuk mematikan kendaraan, membuka, baru bisa menurunkan kaca mobil dari taksi online,” tutur Budi.
Sopir akhirnya berhasil menyelamatkan diri setelah dibantu warga keluar melalui jendela mobil beberapa saat sebelum kereta menghantam kendaraan tersebut.
Kasus kecelakaan maut yang melibatkan KRL, KA Argo Bromo Anggrek, dan taksi Green SM kini resmi naik ke tahap penyidikan.
Baca Juga:
Heboh Dugaan Korupsi MBG, Proyek Sertifikasi Halal Rp141 Miliar Disorot KPK
Empat orang dari pihak manajemen Green SM juga telah diperiksa polisi untuk mendalami aspek operasional dan perawatan kendaraan.
Mereka masing-masing berinisial RS selaku Manajer Rekrutmen Sopir, MI petugas pelatihan, BM Manajer Kontrol Perbaikan dan Maintenance, serta SF selaku Department Manager Operasional Bekasi.
“Ini sudah naik tingkat tahap penyidikan. Sudah dilakukan cek TKP, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, serta pendalaman CCTV,” ujar Budi di Silang Timur Monumen Nasional, Kamis (30/4/2026).