BKSDA Riau mengungkap kondisi gajah saat ditemukan sangat memprihatinkan, dengan adanya proyektil yang bersarang di bagian belakang tengkorak kepala.
"Posisi serpihan proyektil di bagian belakang tengkorak kepala. Bersarang di tengkorak," kata Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau drh Rini Deswita, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga:
Anak Gajah Sumatera ‘Tari’ Ditemukan Mati Mendadak di TNTN
Selain itu, sebagian kepala gajah mulai dari dahi, mata, hingga belalai dilaporkan hilang.
"Sebagian kepala dari dahi, mata, dan belalainya hilang," katanya.
BKSDA memperkirakan gajah tersebut telah mati sekitar 10 hari sebelum ditemukan dalam kondisi bangkai membusuk, dengan kedua gading yang juga sudah hilang.
Baca Juga:
Satu Tewas dalam Kecelakaan Tragis di Jalur Lintas Timur Sumatera, Pelalawan
"Gadingnya juga hilang," tambah Rini.
BKSDA Riau menegaskan indikasi perburuan liar sangat kuat karena hilangnya bagian wajah dan gading gajah tersebut.
"Kejadian ini merupakan kejadian yang serius dan dengan hilangnya bagian wajah dari gajah mengindikasikan adanya perburuan liar," ujar Kepala Bidang Wilayah I BKSDA Riau Sanggara Yudha dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Jumat (6/2/2026).