Lebih lanjut, Meutya menyebut bahwa pelindungan anak merupakan bagian penting dari visi “Terjaga” Kementerian Komunikasi dan Digital. Dalam visi tersebut, perempuan—terutama ibu—ditempatkan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Upaya menjaga ini memang dekat tugasnya dengan ibu-ibu untuk menjaga keluarga. Terjaga adalah memastikan anak-anak dan keluarga terlindungi,” jelasnya.
Baca Juga:
Komdigi Apresiasi Meta Patuhi PP TUNAS, Google Terancam Sanksi
Ia juga mendorong perempuan untuk menjadi motor penggerak dalam upaya pelindungan anak di lingkungan masing-masing. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menghadirkan lebih banyak aktivitas alternatif di luar ruang digital, sehingga anak tidak sepenuhnya bergantung pada gadget.
Selain itu, Meutya menilai nilai-nilai budaya lokal Indonesia yang menjunjung tinggi kebersamaan dan interaksi sosial dapat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi tantangan era digital. Lingkungan yang guyub dinilai mampu membantu anak tumbuh dengan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata.
“Mari kita ajak anak-anak kita keluar dan bermain bersama anak-anak di lingkungan tempat kita tinggal,” ujarnya.
Baca Juga:
PP Tunas Resmi Berlaku, Pemerintah Wajibkan Platform Digital Batasi Akses Anak
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.